Dunia mesin
Senin, 14 November 2016
Sebab Gagal Juara Dunia: Rossi-Yamaha Sembunyikan YZR-M1 2017 dari Lorenz0
VALENCIA
- Kemarin Jorge Lorenzo boleh saja bilang, dirinya diberi kesempatan yang sama dengan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dalam urusan mengejar gelar juara dunia pembalap 2016. Tapi media massa Spanyol mengklaim tidak seperti itu. Bahkan diariogol menyebut salah satu biang keladi kekalahan Rossi, dan Lorenzo dari Marc Marquez pada musim balap 2016 adalah karena Yamaha tidak adil. Kok bisa?
Seperti sudah banyak diulas belakangan, motor tim Honda RC213V yang ditunggangi Marquez awalnya kesulitan menandingi Yamaha YZR-M1 musim ini. Buktinya, Movistar Yamaha meraup lima kemenangan dari tujuh seri awal, dengan Lorenzo menyumbang tiga gelar seri, sementara Rossi dua, sedang Marquez juga sudah meraih dua.
Namun sejak The Doctor menang di MotoGP Catalunya (seri 7), Yamaha puasa kemenangan hingga MotoGP Malaysia (seri 17). Dalam periode itu Honda ganti mendominasi dengan tujuh gelar seri (Marquez 3, Cal Crutchlow 2, dan Jack Miller 1), dengan Ducati sempat meraih dua kemenangan, masing-masing satu via Andrea Iannone, dan Andrea Dovizioso.
Rossi angkat bicara atas periode panjang paceklik kemenangan Yamaha akibat pengembangan motor YZR-M1 tim asal Iwata, Jepang, tersebut seakan jalan di tempat khususnya di setengah musim teakhir. Sedang Honda mampu mengejar ketinggalan mereka di awal usai menemukan setelan peralatan elektronik yang tepat, plus tentunya kekuatan mesin yang lebih cepat.
Padahal seharusnya kalau Yamaha memang berniat menggondol juara dunia musim 2016. Mereka tak boleh terlena dengan keunggulan motor mereka di awal musim, dan terus mengembangkan potensi YZR-M1 habis-habisan agar tak kalah dari RC213V.
Kabar terbaru dari media Spanyol berdasarkan rilis yang mereka terima dari tim Yamaha Factory. Menemukan adanya benang merah dari kegagalan Yamaha menang di 10 seri belakangan dengan motor baru mereka. Mereka bukannya tidak mau mengembangkan YZR-M1 buat 2017 di setengah akhir musim ini. Tapi Yamaha tetap mengembangkan motornya, namun mereka tidak menaruh hasil kemajuan selama riset ke motor 2016.
Ya, tim berlambang ‘garpu tala’ tersebut rupanya menyembunyikan hasil pengembangan terbaru YZR-M1 musim 2017 dari Lorenzo dan beberapa anggota tim mekaniknya agar data-data pentingnya tidak diketahui dan nantinya dibocorkan ke Ducati, tim baru Lorenzo.
Karena itu Yamaha sama sekali tidak mau membawa hasil riset terbaru, kecuali sasis untuk di uji oleh Rossi dan Lorenzo musim ini. Itulah mengapa Rossi mengatakan motor baru Yamaha nantinya merupakan sebuah motor yang revolusioner. Artinya The Doctor sudah mengetahui YZR-M1 gres pacuannya musim depan, walaupun dia belum pernah sama sekali menjajalnya di lintasan.
Nah jelang lomba terakhir musim ini, yaitu seri 18 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (13/11/2016). The Doctor dalam pernyataan terbarunya sudah berani berkoar soal YZR-M1 barunya yang akan dia jajal dengan rekan setim anyar, Maverick Vinales, di tes pasca musim 2016 juga di Valencia, Selasa-Rabu (15-16/11) mendatang.
“Saya sudah tidak sabar untuk memacu motor baru Yamaha (dalam tes) untuk musim depan. Setelah mendapat hadiah besar, akhirnya saya akan mencoba YZR-M1 baru. Saya sangat penasaran dengan kemampuannya,” sembur Rossi di rilis tim Yamaha Factory jelang MotoGP Valencia 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar