Sabtu, 19 November 2016

Lorenzo Butuh Bantuan Stoner di Ducati

MADRID - Jorge Lorenzo seolah menyadari betapa sulitnya beradaptasi di Ducati tanpa bantuan Casey Stoner. Untuk itu, pembalap Spanyol akan sangat senang jika mantan pembalap MotoGP bisa membantunya di pabrikan Italia.

Sepanjang pengujian MotoGP di Valencia, 15-16 November kemarin, Lorenzo dan Stoner memang sangat akrab berbincang di paddock Ducati. Maklum, Stoner yang kini berstatus test rider Ducati, merupakan pembalap yang bisa mengantar motor Eropa tersebut berjaya di lintasan

Pedrosa: Marc Marquez Favorit Juara Dunia 2017


BARCELONA - Dani Pedrosa menyebut bahwa Marc Marquez berada di posisi terdepan dalam persaingan berebut gelar juara dunia MotoGP 2017. Hal itu dia utarakan di sela-sela kunjungannya ke sebuah sekolah di Barcelona. 

Pedrosa berpendapat demikian bukan karena Marquez merupakan rekan satu timnya di Repsol Honda. Menurut Pedrosa, Marquez menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan motor dan perubahan regulasi balap. 

"Marc tentu saja merupakan favorit memenangkan gelar juara dunia tahun depan. Dari tahun ke tahun dia menunjukkan kemampuan adaptasi," kata Pedrosa, dikutip Sport.es, Sabtu (19/11/2016). 

Pedrosa saat ini tengah berada di Barcelona untuk mendidik 400 siswa di sekolah Sant Andreu de la Barca. Dia tidak sendirian karena beberapa pembalap lain seperti marc Marquez, Toni Bou, Takahisa Fujinami dan Jaime Busto. 

Pedrosa: Marc Marquez Favorit Juara Dunia 2017


Senin, 14 November 2016

TOYOTA C-HR PUNYA TIGA MESIN.

Jakarta - Toyota C-HR akan menjadi andalan baru Toyota di kelas compact crossover. Hal ini setidaknya diketahui melalui gencarnya Toyota mempromosikan produk ini ke berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Karena itu pula, tak mengherankan jika produk ini dibekali dengan cukup banyak varian mesin. Laman carscoops.com menyebutkan banwa penantang Honda HR-V ini akan hadir dalam tiga pilihan mesin, termasuk di antaranya hybrid.
Pilihan pertama adalah mesin hybrid 1,8 liter. Toyota menyebutkan bahwa mesin ini berasal dari model Prius, mobil ramah lingkungan. Disebutkan bahwa tenaga yang keluar mencapai 122 Tk dengan emisi kurang dari 90 gram/km.
Toyota menyebut mesin ini "Tidak memiliki rival di segmennya."
Kemudian ada pula mesin bensin 1,2 liter turbo, yang disebutkan pertama kali digunakan pada model bernama Auris (tidak dijual di Indonesia). Mesin 4 slinder yang disandingkan dengan transmisi manual dan CVT ini keluarkan tenaga 114 Tk.
Terakhir adalah mesin 2,0 liter, yang menjadi mesin paling besar untuk C-HR. Mesin ini 4 silinder naturally aspirated, dan hanya tersedia dalam transmisi CVT saja.
Tidak semua pilihan mesin ini tersedia untuk pasar di satu negara saja. Misalnya di Inggris, di sana Toyota hanya menyediakan varian 1,2 liter dan 1,8 liter saja.
Product Knowledge Head PT Toyota-Astra Motor (TAM), Gandhi Ahimsaputram di GIIAS lalu mengatakan bahwa mesin dipastikan ada tiga pilihan, namun komponen dan output yang dihasilkan bisa berbeda, tergantung pasar yang dituju.

VW  KODOK TAMPIL AGRESIF,INI ALASANNYA.

 
Tanpa ada acara peluncuran resmi, Volkswagen mulai mendistribusikan model Beetle Dune di dealer-dealer mereka di Malaysia.
Paultan.org, dikutip Senin (14/11/2016), melaporkan bahwa Dune ini dipasarkan untuk meneruskan model 1.4 TSI dan 2.0 TSI yang dihentikan penjualannya.
Mesinnya sendiri, sebagaimana dicerminkan dari namanya, menggendong mesin bensin 1,4 liter TSI turbo empat silinder yang hasilkan tenaga 148 Tk dan torsi 250 Nm. Mesin ini disandingkan dengan transmisi DSG dual-clutch 7 percepatan.
Mesin ini mampu membuat Dune berakselerasi hingga 100 km/jam dari titik nol dalam waktu 8,8 detik, sebelum sampai pada kecepatan maksimal 200 km/liter. Konsumsi bahan bakarnya sendiri rata-rata 5,5 km/liter.
Adapun perbedaan Beetle Dune dan Beetle biasa adalah pada desain eksteriornya yang lebih agresif. Misalnya, ada sayap di bagian belakang, dan side skirt. Sementara velgnya menggunakan velg Canyon two-tone 18 inci.
Produk ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada ajang otomotif Los Angeles Auto Show 2015. Mobil ini hadir dengan dua varian tubuh, coupe dan cabriolet atau convertible. Di Malaysia hanya ada varian coupe.
Sebelumnya, VW yang di Indonesia dikenal dengan sebutan `kodok` ini kabarnya akan dihentikan produksinya pada 2018. Alasannya, slot produksi VW Kodok dibutuhkan untuk memberikan kesempatan produksi model lain, di tengah terbatasnya kapasitas pabrik, selain karena itu juga penjualannya kurang memuaskan.

LAWAN ARUS,MAZDA EKSPANSI AS DENGAN MOBIL BERMESIN DIESEL 

Mazda akan memperkenalkan model mesin Diesel di Amerika Serikat (AS) pada tahun fiskal 2017. Informasi ini diketahui melalui orang dalam perusahaan. Rencananya, informasi resmi ini akan diumumkan pabrikan asal Jepang itu akhir pekan ini, di Los Angeles Auto Show.

Sumber tersebut, dikutip dari Asia Nikkei, Senin (14/11/2016), mengatakan bahwa Mazda percaya permintaan terhadap kendaraan bermesn Diesel tetap kuat di AS, meski ada kasus manipulasi mesin Diesel yang dilakukan Volkswagen (VW).
Sementara pabrikan lain justru berkembang ke arah sebaliknya. Mereka sedang beralih dari mesin Diesel ke mesin yang lebih bersih. Menurut sumber itu, Mazda tak mau mengikuti permainan pabrikan lain dan tetap konsisten atas apa yang diyakininya.
Pabrikan asal Jepang yang dikenal punya mesin Diesel yang relatif sedikit mengeluarkan polutan tersebut berencana memperkenalkan dua model Diesel tahun depan. Harapannya penjualan sebanyak 50 ribu unit per tahun bisa tercapai.
Untuk tahap awal, Mazda akan memperkenalkan pembaruan untuk model CX-5 bermesin bensin. Versi Diesel dari model ini juga akan diluncurkan pada musim panas nanti. Kemudian akan ada pula versi Diesel untuk sedan Mazda 6.
Sebagai informasi tambahan, mesin Diesel sendiri memang membantu Mazda memperluas pangsa pasarnya, terutama di Jepang sejak 2012. Saat itu, mobil Diesel per tahunnya hanya terjual 10 ribu unit, namun pada 2015 jumlahnya telah mencapai 153 ribu unit, di mana Mazda menguasai pangsa pasarnya hampir 70 persen.

Clubman Terbaru Jadi Mobil MINI Paling Bongsor

 MINI di era lampau dikenal dengan jajaran mobil berdimensi mungil. Namun kini, MINI tampaknya meninggalkan paradigma lama itu dengan mengembangkan mobil berukuran bongsor.

Beberapa waktu lalu MINI baru saja merilis generasi terbaru Clubman. Generasi kedua Clubman telah berubah menjadi kendaraan station wagon dan menjadi model terbongsor dalam keluarga MINI.

MINI Clubman memiliki dimensi panjang 4.253 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.441 mm, serta wheelbase 2.670 mm. Adapun model terbaru ini lebih panjang 27 mm dan 73 mm lebih lebar dari pendahulunya.

Imbas bertambahnya dimensi ini berdampak ke volume bagasi yang makin terdongkrak menjadi 360 liter. Meskipun begitu, kapasitas kursi pada Clubman masih tetap lima kursi, demikian dilansir dari Carscoops, Jumat (26/6/2015).

Clubman dibangun dengan arsitektur yang juga digunakan MINI pada lini model hatchback dengan 3 dan 5 pintu. Untuk jantung mekanisnya pun menggunakan milik saudara satu grup yakni BMW Active Tourer yang disokong mesin bensin ataupun diesel dengan konfigurasi tiga dan empat silinder.

Model ini hadir di Eropa dalam tiga varian antara lain  Cooper D dengan daya 148 Tk yang berasal dari mesin 2,0 liter empat silinder diesel, Cooper bermesin bensin 1.5 liter tiga silinder dengan output 134 Tk, dan Cooper S yang didukung mesin bensin empat silinder 2.0 liter dengan output 189 Tk.

Semua model mendapatkan transmisi manual 6 percepatan sebagai standar, adapun opsi transmisi lainnya yang ditawarkan yaitu 6 percepatan otomatis pada varian Cooper sementara pada dua lainnya mendapat 8-percepatan otomatis. Adapun versi-versi lainnya termasuk varian performa John Cooper Works akan menyusul diluncurkan MINI dalam beberapa waktu ke depan.

Apa jadinya jika VW Golf bila jadi Crossover ?

Pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen, akan menghadirkan sebuah konsep crossover berbasis Golf di Geneva Motor Show 2017 pada Maret. Secara umum, mobil itu mewarisi gaya dari T-Roc Concept yang debut pada 2014 lalu.
Menurut laporan Autocar, crossover Golf itu akan diposisikan di bawah Tiguan. Kabarnya mobil ini bakal diproduksi pada akhir 2017. Bila T-Roc Concept merupakan model tiga pintu, edisi anyar yang ini justru mempertahankan layout lima pintu laiknya Golf.

Lebih lanjut, model akan dibangun dengan platform MQB dan memiliki wheelbase yang sama dengan Golf yakni 2.640 mm. Sementara mobil ini bakal punya panjang 4.178 mm, lebar 1.831 mm, dan tinggi 1.501 mm.
Menyoal jantung mekanis, akan tersedia mesin 1,0 liter tiga silinder dengan 113 Tk, 1,5 liter empat silinder TSI dengan 128 Tk dan 148, juga mesin 2,0 liter turbo empat silinder yang menjanjikan tenaga 241 Tk.
Penggerak roda depan jadi standar pada model entry level, sementara kasta tertinggi menganut penggerak empat roda. Untuk transmisi, Volkswagen menawarkan opsi manual enam percepatan dan DSG dual-cluth tujuh percepatan.
Tak peduli dengan skandal Dieselgate, jenama Jerman ini bakal menyediakan dua varian mesin Diesel empat silinder. Diharapkan, crossover anyar tersebut juga tersedia dalam versi hibrida dan listrik.

Awal sejarah otomotif dunia

Sejarah otomotif atau mobil mulai awal tahun 1769 dengan pembuatan mesin bertenaga uap yang mampu Transportasi manusia. Pada tahun 1806, mobil pertama yang menggunakan mesin pembakaran internal dibuat Gas bahan bakar muncul, yang mengarah ke penemuan modern mesin bensin pada tahun 1885 sampai mobil listrik yang muncul di abad ke-20.


Beberapa orang yang terdaftar sebagai desainer Italia kendaraan bertenaga angin, yang pertama adalah desain Guido da Vigano pada tahun 1335, yang Vuturio rancangan sampai saat Leonardo Da Vinci yang dirancang tiga kendaraan roda yang berputar seperti jam oleh mekanisme kemudi dan roda.
Pertama Kendaraan Kendaraan pertama yang dapat bergerak dengan kekuatan sendiri dirancang oleh Nicholas Joseph Cugnot dan dibangun oleh M. Brezin pada tahun 1769. Unit kedua dibuat pada tahun 1770 dengan berat £ 8000 dan memiliki kecepatan maksimum 2 mil per jam.Awal dari sebuah kendaraan bertenaga sangat berat yang bekerja pada medan datar dan kuat sebagai besi. Sebuah jalan yang terbuat dari besi rel menjadi aturan untuk 125 tahun. Kendaraan menjadi lebih besar dan akhirnya mampu menarik serangkaian gerbong pada isi dari banyak kargo dan penumpang.
Empat Motor payau Tidak ada. Beberapa pionir awal otomotif mulai dari empat-stroke mesin sepeda motor yang menggunakan bensin yang dapat dikatakan sebagai bentuk penguat otomotif modern yang diproduksi oleh penemu Jerman Nikolaus Otto 1876. Diteruskan oleh insinyur Jerman Karl Benz yang menemukan beberapa mobil Teknologi umumnya dikenal, mobil modern sebagai penemu mendapat paten di Jerman pada tahun 1986 dan George B. Shelden. Orang Amerika untuk mendapatkan paten pada tahun 1879, Mr Paten. Shelden tidak hanya mesin tetapi juga penggunaannya dalam kendaraan roda empat. Juga menemukan bahwa hampir mesin empat-stroke yang mirip dengan diesel bertenaga oleh Rudolf Diesel, penemu Jerman.
Didukung Bensin Mobil Di Amerika, John W. Lambert menemukan mobil bertenaga bensin pada tahun 1891 dan Duryea Sauda

Usai Tuntaskan Musim 2016, Pembalap MotoGP Kompak Curhat di Media Sosial

 VALENCIA - MotoGP 2016 resmi berakhir. Setelah melakoni 18 balapan, persaingan akhirnya dimenangkan Marc Marquez dari tim Repsol Honda.

Marquez memiliki 298 poin, unggul 49 angka dari Valentino Rossi yang mengakhiri musim sebagai runner up klasemen. Sementara di kelas konstruktor, Honda lebih unggul dari semua kompetitornya. Pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mengumpulkan 369 poin.

Di papan klasemen tim, giliran Movistar Yamaha yang berkuasa. Dengan mengandalkan duet Jorge Lorenzo-Valentino Rossi, Movistar Yamaha sukses mengoleksi poin tertinggi 482. Mereka unggul 28 angka dari pesaing terberatnya, Repsol Honda yang diperkuat Marquez serta Dani Pedrosa.

Seri terakhir berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (13/11/2016). Podium tertinggi jadi milik Lorenzo dengan catatan waktu tercepat, 45 menit 54.228 detik. Sementara dua podium lainnya direbut Marquez dan Andrea Iannone. (Baca juga: Hasil Lengkap GP Valencia dan Klasemen Akhir MotoGP 2016)

Usai balapan, sejumlah pembalap langsung mencurahkan isi hatinya di media sosial Instagram. Beberapa dari mereka menuliskan kalimat perpisahan karena bakal pindah tim di tahun 2017 mendatang.

Berikut isi curhatan pembalap MotoGP:

Marc Marquez:
Pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengaku puas dengan jalannya persaingan di MotoGP 2016. Di tahun ini, Marquez berhasil menambah koleksi gelar juara dunia menjadi lima kali.
Terminamos un ano fantastico! Gracias por todo! #GiveMe5 (Kami mengakhiri tahun yang fantastis! Terima kasih untuk semuanya! # GiveMe5)
-------------------------------------------
Jorge Lorenzo: Pembalap kebangsaan Spanyol ini mengaku bangga bisa memberi kemenangan terakhir untuk Tim Movistar Yamaha. Tahun depan dirinya akan memperkuat Ducati. Karena itu kemenangan kali ini terasa spesial untuknya.
Feliz! El mejor final con @yamahamotogp! / Happy! The best ending with @yamahamotogp! #ValenciaGP (Happy! akhir terbaik dengan @yamahamotogp! / Happy! akhir terbaik dengan @yamahamotogp! #ValenciaGP)
-------------------------------------------
Maverick Vinales: Rider yang sempat dijuluki pendatang baru terbaik ini bakal berpisah dengan Suzuki. Lewat Instagram, dirinya mengucapkan terima kasih pada tim yang telah dibelanya sejak 2015 tersebut)

Ini Motor Baru Honda yang Diinginkan Marquez dan Pedrosa

 VALENCIA - Pasca lomba seri terakhir MotoGP 2016 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (13/11) malam WIB, semua mata pecinta Kejuaraan Dunia Balap GP Motor akan tertuju ke tes pasca musim 2016 atau boleh dibilang tes pramusim pertama 2017 juga di tempat yang sama mulai Selasa (15/11).

Sebagai pembalap pertama yang harus dikalahkan pada musim 2017, seluruh tim pastinya bakal mencermati betul motor apa yang akan dikendarai oleh Marc Marquez sejak tes pramusim. Pasalnya, motor Honda musim ini tentu juga akan jadi referensi bagi tim dan pabrikan lain buat mengembangkan motor mereka musim depan.

Yamaha via Valentino Rossi sudah mengatakan YZR-M1 mereka akan jadi motor revolusioner pada 2017, yang bakal dia pakai bersama Maverick Vinales. Sedang Ducati dengan amunisi baru pada diri Jorge Lorenzo, merupakan tim yang paling rajin melahap tes pribadi sepanjang 2016.

Setahun yang lalu, Honda memulai debut motor mereka di tes pramusim Valencia, dengan peralatan elektronik baru, serta ban baru (Michelin). Bos HRC, Livio Suppo, menjelaskan: Selama Kejuaraan Dunia, motor kami berevolusi mengikuti petunjuk dari pembalap kami.”

Hasilnya brilian, gelar juara dunia pembalap untuk Marquez. Tapi akankah ada evolusi baru di mesin Honda RC213V mereka, karena sejak pertengahan musim 2016, masalah elektronik yang mereka alami di awal sudah teratasi.

“Kami ingin motor yang lebih handal di sirkuit yang memiliki banyak tikungan, dan kuat dalam balapan yang kurang menuntut kelincahan motor,” kata sebuah sumber yang dekat dengan Marquez seperti dilaporkan diariogol soal keinginan dari Marquez, Pedrosa atas motor yang mereka inginkan pada musim 2017.

Apakah Marquez, dan Pedrosa ingin Honda segera kompetitif sejak awal musim 2017? Karena banyak omongan di paddock yang mengatakan motor Yamaha akan menjadi motor terbaik di awal musim 2017.

“Kami sedang bekerja pada mesin untuk memiliki kekuatan lebih pada kecepatannya di lintasan lurus, dan di sektor akselerasi. Jadi kami akan mengambil pendekatan langkah demi langkah, tanpa membuat perubahan drastis. So, kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat. Untuk sasis bukanlah sektor prioritas,” tutur Marquez.

Apakah Anda dan Pedrosa juga butuh motor yang akselerasinya lebih lembut dari yang sekarang pada tes pramusim mulai Selasa (15/11) nanti? “Banyak pembalap yang akan mengganti motor mereka musim depan. Kami akan mencoba sebagian suku cadang dari motor baru, karena semuanya belum komplit. Akan lebih baik seperti ini, secara bertahap berevolusi, untuk memahami beberapa hal lainnya ke depan,” tutup Marquez.

Permintaan Maaf Rossi untuk Wanita Misterius di Valencia
VALENCIA - Valentino Rossi menunjukkan sikap kesatria dengan meminta maaf kepada wanita pirang yang terlihat shock akibat tertabrak motor skuter yang dikendarainya jelang balap seri terakhir di Valencia, Minggu (13/11) kemarin. Hal itu disampaikannya setelah video tentang insiden tersebut heboh dan menjadi viral di jejaring sosial media.

Dalam jumpa pers, Rossi mencoba mengklarifikasi kejadian tersebut dan meminta kepada awak media untuk menyaksikan secara penuh tayangan video tersebut dari awal. Dan, bukan sepotong-potong seperti yang sudah terlanjur tersebar di jejaring sosial media.

"Saya telah melihat tayangan video ini, tapi video yang tersebar luas adalah bagian terakhir dan tidak menjelaskan apa yang terjadi pada awalnya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminta maaf kepada wanita tersebut. Saya harap dia dalam keadaan baik," ucap Rossi seperti dikutip Mundo Deportivo, Senin (14/11/2016).

Sekadar mengingatkan, dalam video itu terlihat seorang wanita tampak bersiap berselfie sambil memegang tongkat eksis (tongsis). Wanita berambut pirang itu sedang mengatur posisi untuk mengambil fotonya yang terlihat di area logistik tim MotoGP.

Petaka akhirnya menimpa wanita berjaket hitam tersebut ketika Rossi yang membonceng rekannya menabraknya. Bukannya meminta maaf, juara dunia sembilan kali itu malah memacu kecepatan motornya dan terlihat sedikit terburu-buru menuju keluar area logistik.

"Di Valencia, situasinya tidak terkendali. Ini bukan pertama kalinya saya meminta kepada penggemar untuk membantu saya. Terutama ketika saya meninggalkan truk untuk sampai ke garasi, sebab biasanya ketika mereka melihat saya ada banyak yang harus dilakukan salah satunya adalah berfoto bersama. Tentu bagus melihat banyak penggemar di sini, tapi mereka juga harus mengetahui kalau kami masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi sekali lagi saya meminta maaf kepada wanita itu," tutup Rossi

Sebab Gagal Juara Dunia: Rossi-Yamaha Sembunyikan YZR-M1 2017 dari Lorenz0

VALENCIA - Kemarin Jorge Lorenzo boleh saja bilang, dirinya diberi kesempatan yang sama dengan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dalam urusan mengejar gelar juara dunia pembalap 2016. Tapi media massa Spanyol mengklaim tidak seperti itu. Bahkan diariogol menyebut salah satu biang keladi kekalahan Rossi, dan Lorenzo dari Marc Marquez pada musim balap 2016 adalah karena Yamaha tidak adil. Kok bisa?

Seperti sudah banyak diulas belakangan, motor tim Honda RC213V yang ditunggangi Marquez awalnya kesulitan menandingi Yamaha YZR-M1 musim ini. Buktinya, Movistar Yamaha meraup lima kemenangan dari tujuh seri awal, dengan Lorenzo menyumbang tiga gelar seri, sementara Rossi dua, sedang Marquez juga sudah meraih dua.

Namun sejak The Doctor menang di MotoGP Catalunya (seri 7), Yamaha puasa kemenangan hingga MotoGP Malaysia (seri 17). Dalam periode itu Honda ganti mendominasi dengan tujuh gelar seri (Marquez 3, Cal Crutchlow 2, dan Jack Miller 1), dengan Ducati sempat meraih dua kemenangan, masing-masing satu via Andrea Iannone, dan Andrea Dovizioso.

Rossi angkat bicara atas periode panjang paceklik kemenangan Yamaha akibat pengembangan motor YZR-M1 tim asal Iwata, Jepang, tersebut seakan jalan di tempat khususnya di setengah musim teakhir. Sedang Honda mampu mengejar ketinggalan mereka di awal usai menemukan setelan peralatan elektronik yang tepat, plus tentunya kekuatan mesin yang lebih cepat.

Padahal seharusnya kalau Yamaha memang berniat menggondol juara dunia musim 2016. Mereka tak boleh terlena dengan keunggulan motor mereka di awal musim, dan terus mengembangkan potensi YZR-M1 habis-habisan agar tak kalah dari RC213V.

Kabar terbaru dari media Spanyol berdasarkan rilis yang mereka terima dari tim Yamaha Factory. Menemukan adanya benang merah dari kegagalan Yamaha menang di 10 seri belakangan dengan motor baru mereka. Mereka bukannya tidak mau mengembangkan YZR-M1 buat 2017 di setengah akhir musim ini. Tapi Yamaha tetap mengembangkan motornya, namun mereka tidak menaruh hasil kemajuan selama riset ke motor 2016.

Ya, tim berlambang ‘garpu tala’ tersebut rupanya menyembunyikan hasil pengembangan terbaru YZR-M1 musim 2017 dari Lorenzo dan beberapa anggota tim mekaniknya agar data-data pentingnya tidak diketahui dan nantinya dibocorkan ke Ducati, tim baru Lorenzo.

Karena itu Yamaha sama sekali tidak mau membawa hasil riset terbaru, kecuali sasis untuk di uji oleh Rossi dan Lorenzo musim ini. Itulah mengapa Rossi mengatakan motor baru Yamaha nantinya merupakan sebuah motor yang revolusioner. Artinya The Doctor sudah mengetahui YZR-M1 gres pacuannya musim depan, walaupun dia belum pernah sama sekali menjajalnya di lintasan.

Nah jelang lomba terakhir musim ini, yaitu seri 18 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (13/11/2016). The Doctor dalam pernyataan terbarunya sudah berani berkoar soal YZR-M1 barunya yang akan dia jajal dengan rekan setim anyar, Maverick Vinales, di tes pasca musim 2016 juga di Valencia, Selasa-Rabu (15-16/11) mendatang.

“Saya sudah tidak sabar untuk memacu motor baru Yamaha (dalam tes) untuk musim depan. Setelah mendapat hadiah besar, akhirnya saya akan mencoba YZR-M1 baru. Saya sangat penasaran dengan kemampuannya,” sembur Rossi di rilis tim Yamaha Factory jelang MotoGP Valencia 2016.

Yamaha Segarkan Performa TMAX 530 Model 2017


MILAN (DP) — Skuter matik bongsor Yamaha TMAX 530 kini menawarkan kesegaran performa bagi pecintanya di Eropa. New Tmax 530 diklaim akan menawarkan pengendalian mumpuni lewat Traction Control System (TCS) baru.
Di mana, sistem tersebut dapat membantu pengendara melakukan start lembut dan memberikan perlindungan traksi ban saat melibas jalan basah maupun licin setelah hujan.
Pengendalian mudah juga didukung sasis alumunium baru dengan swing arm 4 cm, lebih panjang dari model lama. Sehingga, bobotnya jadi lebih ringan 9 kg.
Mesin yang masih mengandalkan model sebelumnya (530 cc), berpendingin cairan, berteknologi Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T), dikawinkan dengan CVT baru yang membuatnya lebih mudah berakselarasi. Knalpot dan boks filter udara baru dan diklaim TMAX 2017 sudah lulus uji Euro4.
TMAX 530 model 2017 yang kini mejeng di Milan Motorcycle Show (EICMA) 2016 di Milan, Italia, juga diperkuat fitur pendukung, seperti D-MODE adjustable power modes, My TMAX Connect app, dengan terintegrasi GPS, lampu LED beserta Positioning Light. [dp/Ric]

Kado Penutup dari Lorenzo, Rossi Ditekuk Marquez dan Iannone


SPANYOL. Jorge Lorenzo menjadi penguasa di laga terakhir MotoGP Valencia, Minggu (13/11). Sementara itu, Valentino Rossi harus mengakui keunggulan Marc Marquez dan Andrea Iannone. 
 
Lorenzo yang berada di grid terdepan, melakukan start mulus untuk memimpin balap. Justru Rossi dan Marquez dikejutkan oleh keagresifan Iannone dan Maverick Vinales.
 
Butuh perjuangan bagi Rossi untuk bisa merangkak naik. Sebagai awal, VR46 berhasil melewati Vinales. 
 
Namun, upaya kerasnya terlihat saat dirinya bertarung dengan Iannone. Berulang kali, dua rider Italia itu saling bertukar posisi 2 dan 3. 
 
Aksi Rossi dan Iannone ini tersaji hingga pertengahan race. Akan tetapi, di sini juga Marquez mulai beraksi. Setelah melewati Vinales, juara dunia MotoGP 2016 itu bertahan di belakang Iannone. 
 
Di lap 19, Iannone mengovertake Rossi yang mulai kehilangan grip ban. Posisinya kemudian digusur oleh Marquez. Barulah di lap 21 Marquez mengungguli Iannone. 
 
Kesabaran Marquez menjaga keawetan ban berdampak pada kecepatannya di 10 lap akhir. Selain menjauhkan diri dari Iannone dan Rossi, rider tim Repsol Honda ini juga mampu menipiskan gap dengan Lorenzo yang sempat berjarak 5 detikan. 
 
Lap demi lap, Marquez kian mendekat. Namun, jumlah lap tersisa adalah 5 lap lagi. Hingga akhir balapan, Lorenzo hanya memberikan gap 1,185 detik dari Marquez. 
 
Kemenangan di Sirkuit Ricardo Tormo ini menjadi kado perpisahan yang manis dari Lorenzo untuk tim Movistar Yamaha. 
 
"Saya sangat-sangat senang. Sekarang, saya bisa santai dan tidur nyenyak. Saya memberikan penutup yang sempurna. Beruntung saya bisa membuka gap di awal. Tapi, saya sangat menderita di 10 lap tersisa. Saya bisa menang dengan 1 detikan dan sekarang waktunya merayakan kemenangan besar," ujar Lorenzo usai balap. 
 
Sedangkan peluang Rossi untuk naik podium digagalkan Iannone. Rider yang akan membela nama Suzuki Ecstar tahun depan itu berhasil mengamankan podium ketiga. 
 
Hasil balap MotoGP Valencia: 

Lorenzo akan Kompetitif di Ducati, Ini Alasan Rossi

LORENZO TIM DUCATI CORSE MOTOGP 2017


SPANYOL. Valentino Rossi sangat yakin Jorge Lorenzo akan menjadi ancaman di MotoGP 2017. Dirinya menyebut mantan rekan setimnya itu bakal impresif bersama Ducati.
 
Hasil di MotoGP Valencia, Spanyol lalu bisa memperlihatkan bahwa Lorenzo kembali kompetitif. Hal ini dinilai Rossi akan berlanjut. Meskipun Lorenzo nggak lagi bersama Yamaha. 
 
"Saya yakin 100 persen jika kamu melupakan Lorenzo dengan Ducati-nya di kejuaraan 2017, kamu sangat bodoh karena saya pikir dia akan sangat kompetitif," buka VR46. 
 
Menurutnya, saat ini Ducati punya motor yang sangat berbeda. "Mereka punya beberapa poin lemah dibanding kami (Yamaha). Tapi, di trek lurus dia (Ducati) sangat cepat," tambahnya.
 
VR46 juga menyebut kondisi di tim Ducati sekarang ini sudah lain. Tidak seperti di 2011-2012, ketika dirinya ada di sana. 
 
"Sewaktu membalap bersama Ducati, saya merasa baik dengan orang di dalam. sayangnya, kami nggak bisa mengembangkan motor untuk hasil yang lebih bagus," paparnya lagi. "Tapi, saya pikir Lorenzo akan baik-baik saja di sana," pungkas Rossi. 
 
Usai melakoni MotoGP Valencia, Rossi dan Lorenzo tampak akrab. Pemandangan ini tampaknya menjadi jawaban meredanya rivalitas mereka di paddock tim Movistar Yamaha. 
 

Apalagi, ini adalah hari terakhir Lorenzo setelah melalui berbagai kesuksesan bersama tim garputala selama 9 musim.   

KABAR MOTO GP TAHUN DEPAN


JAKARTA. Semua dimulai dari Jorge Lorenzo yang mulai musim depan nanti resmi pindah ke Ducati. Dari sini, semua spekulasi berkembang, pembalap mana yang akan gantiin, pembalap mana yang diganti, dan siapa yang bertahan di tim pabrikan..
 
Semua kontrak pembalap pabrikan akan habis di akhir musim 2016 ini. Sejauh ini, baru Lorenzo dan Valentino Rossi yang perpanjang kontrak mereka. Rossi bakal bertahan di Yamaha hingga akhir 2018. Sejauh ini belum diputusin siapa yang akan jadi rekan setimnya nanti.
 
Udah bukan gosip lagi kalo Yamaha mengincar Maverick Vinales dan Dani Pedrosa. Tapi Vinales bakal jadi pilihan pertama, bradsis. Pedrosa emang lebih berpengalaman, tapi sejak masuk ke MotoGP tahun 2006, Pedrosa sama sekali belum pernah raih gelar juara dunia. Vinales emang belum banyak pengalaman, tapi pembalap yang dinobatin tahun lalu sebagai Rookie of The Year ini digadang-gadang bisa jadi top rider juga. Sementara kalo dilihat dari umur, Pedrosa udah 30 tahun, Vinales baru 21 tahun.
 
Dengan Vinales naik podium pertamanya di kelas MotoGP saat seri kelima lalu di Le Mans, Perancis, bisa aja dia milih untuk tetap bersama Suzuki, bradsis. Pasalnya, Suzuki udah terbukti nunjukin potensi motor GSX-RR mereka untuk disandingkan dengan pabrikan lain seperti Honda, Yamaha, dan Ducati.
 
Jika Vinales pindah ke Yamaha, maka Suzuki bakal kekurangan satu pembalap. Kabarnya, Suzuki juga punya rencana cadangan, yakni merekrut Andrea Iannone. Tapi Iannone bilang masih lebih memilih Ducati, karena merasa riding style miliknya lebih mirip dengan Lorenzo. Sehingga, untuk ngembangin motor yang kompetitif akan lebih mudah dengan pembalap yang punya riding style mirip-mirip. Kedua pembalap tersebut bakal sama-sama kompetitif juga nantinya. Kalo nantinya Iannone yang dibuang Ducati, bisa jadi akan berpihak ke Suzuki.
 
Namun, ada kabar lain juga yang bilang bahwa Iannone dilirik Aprilia, bradsis. Kedua pembalap Aprilia emang sejauh ini belum ada yang ngasih performa menjanjikan. Satu tempat udah diisi oleh Sam Lowes untuk musim depan, entah siapa yang akan keluar, Alvaro Bautista atau Stefan Bradl. Kalo dua-duanya emang bakal keluar, Iannone bisa aja pindah ke Aprilia.
 
Suzuki gak cuma lirik Iannone doang. Mereka juga tertarik dengan Johann Zarco, juara dunia Moto2 2015. Bahkan, Zarco juga udah ditawarin untuk ngetes GSX-RR dan ikut ngewakilin Suzuki di ajang Suzuka 8 Hours Endurance Race. Sebelumnya, Zarco dikabarin bakal masuk ke tim pabrikan KTM yang mulai musim depan baru akan turun di kelas MotoGP. Sejauh ini, KTM baru punya satu pembalap doang, yakni Bradley Smith.
 
Nah, kalo Vinales tetap di Suzuki, berarti Yamaha akan pilih Pedrosa. Tim Repsol Honda pun bakal kekurangan satu pembalap. Kabarnya, Cal Crutchlow yang bakal naik jadi pembalap pabrikan. Pasalnya, riding style Marc Marquez dengan Crutchlow juga mirip-mirip, sama-sama agresif. Gak butuh waktu lama juga untuk Crutchlow beradaptasi dengan RC213V, karena sekarang ini dia juga udah pakai RCV dengan timnya yang sekarang di LCR Honda.

Gagal Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017, Indonesia Tetap Optimistis
JAKARTA, (PR).- Pemerintah tetap optimis Indonesia bisa menjadi penyelenggara MotoGP, meskipun Sentul akhirnya gagal menjadi tuan rumah pada 2017 dan Finlandia baru saja resmi mendapatkan satu slot seri di musim balapan 2018 usai diumumkan pada 16 Juli lalu. Mengingat kesempatan tuan rumah dari Dorna Sport selaku pemegang lisensi MotoGP tetap terbuka sesuai dengan yang diungkapkan mereka pada surat terakhir kepada Menpora awal Juli lalu.
Dalam surat itu, pihak Dorna menjelaskan jika tidak memungkinkan untuk bisa tetap menggelar balapan MotoGP 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Mengingat sirkuit tersebut saat ini tidak menggunakan standar FIM Homologation (standar pelapisan sirkuit). Tapi, pihak Dorna juga menegaskan jika mereka cukup tertarik dengan tawaran tuan rumah yang diberikan oleh Sumatera Selatan. Pihaknya pun berminat untuk melakukan analisis proyek tersebut.
"Dan untuk melakukan analisis tersebut, maka kami sangat menghargai jika orang yang bertanggung jawab dalam proyek ini bisa langsung mengirimkan master plan sirkuit balapan, termasuk laporan terkait informasi wisata di daerah itu, dimana sirkuit tersebut akan dibangun," ujar CEO Dorna Camelo Ezpeleta dalam surat.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto di Kemenpora, Selasa, 19 Juli 2016, pun mengatakan jika surat tersebut yang ditegaskan tertutup adalah untuk
MotoGP 2017, tapi untuk musim-musim selanjutnya (2018- 2020) tetap masih ada peluang. Terlebih, menurutnya, pihak Dorna juga tertarik dengan tawaran Palembang.
"Kita masih berpeluang sejauh tidak mengulang kesalahan seperti kemarin. Jika sudah benar-benar tertutup kesempatannya, tak mungkin mereka berani memberi peluang sama pada Palembang untuk mengirim masterplan, tourism, dan infrastruktur, seperti calon tuan rumah yang lain," tukasnya.
Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2018-2020 Indonesia. Mereka mengaku telah mengirimkan master plan sirkuit yang diminta oleh pihak Dorna Moto Sport selaku pemegang lisensi MotoGP ke pemerintah pusat dan Dorna awal pekan ini.
Setelah pengiriman master plan, pihak Dorna akan mempelajarinya. Begitu juga dengan pemerintah pusat. Jika diputuskan diteruskan atau oke baik dari pihak Dorna maupun pemerintah, maka selanjutnya menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk landasan hukum pembangunan.
Gubernur sekaligus Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia Sumsel, Alex Noerdin menutuskan jika nantinya sirkuit yang akan dibangun di Komplek Olah Raga Jakabaring akan mirip dengan Sirkuit Hungaroring di Hungaria. Lokasinya tepat di belakang Danau Jakabaring. "Jadi nanti, treknya menyusuri Danau. Ini akan jadi sirkuit terindah yang dimiliki Indonesia," katanya.
Luas tanah yang disiapkan oleh pihak Pemda Sumses untuk pembangunan sirkuit mencapai 120 hektar, sesuai dengan stardar Dorna. Nantinya untuk pembangunan ini Sumsel telah memastikan tidak akan menggunakan satu persen pun dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sepenuhnya, Sumsel akan bermitra dengan pihak swasta untuk pendanaannya.***

Minggu, 13 November 2016

Ducati Monster 797, Si Raksasa Kecil 

 Ducati Monster 797 menjadi lineup entri level terbaru di keluarga Monster. Melihat pasar yang signifikan di kelas ‘tanggung’ memanfaatkan mesin L-Twin berbagi dengan Ducati Scrambler.

Hanya berkapasitas 803 cc, adapun tenaganya 75 hp pada 8.250 rpm dan torsi 69 Nm pada 5.750 rpm.
Tetap membawa jiwa Monster dengan sistem pengereman cakram ganda 320 mm lansiran Brembo diapit caliper radial Brembo M4.32. Bosch 9.1 MP ABS dengan sensor tekanan internal. Cakram elakang berdiameter 245 mm dengan kaliper Brembo.
Frame diracik dari trellis baja dengan lengan ayun dari alumunium. Tangki bahan bakar menyediakan 16,5 liter dan jok setinggi 805 mm. Velg 17 inci dibalut ban Pirelli Diablo Rosso II 120/70 ZR17 untuk bagian depan dan 180/55 ZR17 untuk belakang.
Bagian depan terlihat kekar dengan suspensi model up-side down berdiameter 43 mm lansiran Kayaba dengan travel 130 mm. Adapun bagian belakang memakai Sachs dengan adjustable spring preload dan rebound damping, disuguhkan jarak main 150 mm. [dp/Kch]

Rossi Masih Mau Balapan Selamanya

Bersamaan peluncuran Yamaha TMax terbaru di Milan Motorcycle Show (EICMA) 2016, Milan, Italia, pebalap gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi mengakui bahwa dia masih sulit untuk meninggalkan MotoGP, dan selalu ingin memberikan hal terbaik sepanjang balapan.
Untuk itu, dengan perpanjangan kontraknya bersama Yamaha selama dua musim ke depan, Rossi menginginkan performa Yamaha M1 bisa lebih baik.
“Bersama Yamaha masih ada dua musim lagi, tapi saya tidak ingin itu cepat berkahir, saya ingin balapan selamanya. Tapi saya juga perlu performa M1 lebih baik lagi, berharap saya bisa melakukan dengan baik tahun depan,” ujar pebalap berjuluk The Doctor.
Tahun ini merupakan ke tiga kalinya Rossi meraih posisi runner up, sejak ia kembali ke Yamaha pada tahun 2013. Rossi menjalani balapan musim ini memang kurang beruntung.
“Hasil saat ini cukup baik, meski motor Yamaha alami performa yang tidak menentu. Sangat disayangkan kami tidak bisa meraih juara dunia. Tapi cukup baik,” urainya. [dp/Ric]

Sepeda Pintar Italjet dan Scrambler Konsep Tampil Seksi di EICMA 2016

MILAN (DP) — Italjet, sebuah perusahaan spesialis sepeda motor asal Italia, ikut ujuk gigi dalam perhelatan akbar pameran sepeda motor internasional EICMA 2016 yang berlangsung di Milan, Italia.
Perusahaan otomotif yang telah berusia 57 tahun ini bahkan tampil beda. Italjet yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai produsen sepeda listrik bergaya unik ikut memajang sebuah sepeda motor konsep bergaya scrambler.
“EICMA selalu penting bagi kami. Kami memiliki tradisi tersendiri dalam menciptakan sepeda motor, dan pameran ini menjadi bukti eksistensi kami selama 57 tahun berkiprah di otomotif dunia,” kata Massimo Tartarini, putra pendiri Italjet, Leopoldo Tartarini, yang menjabat sebagai CEO Italjet.
Kepiawaian Italjet dalam membangun desain kendaraan bernilai eksotis tampak jelas di booth-nya yang berkonsep rumah. Selain deretan sepeda listrik berdesain nyentrik, Italjet ikut mempertontonkan Samsung Smart Bike.
Samsung Smart Bike sendiri merupakan pproyek mahakarya dari Samsung Maestro Academy. Sepeda ini menjadi wujud dari kemantapan dua generasi yang mampu mempertahankan peninggalan leluhur dalam sentuhan teknologi modern.
Seperti diketahui Samsung Smart Bike yang diciptakan Italjet telah menarik perhatian banyak jurnalis ketika berlangsung Milan Design Week beberapa waktu silam.
Samsung Smart Bike yang didesain oleh Massimo bersama timnya mampu mematahkan opini sepeda sebagai kendaraan paling tidak aman. Berbekal teknologi dari Samsung sepeda listrik ini bisa memberi informasi tentang jarak aman, serta memungkinkan pengendara melihat sudut-sudut yang tidak terlihat di sekitarnya melalui layar telepon pintar Samsung.
Sebagai informasi, Italjet bukanlah merek asing bagi publik Indonesia. Bahkan sejak 2015 deretan model sepeda listrik Iteljet telah resmi diniagakan di Tanah Air melalui PT Garansindo Technologies. [dp/GRG]

Berita MotoGP Terkini : Siap Dilatih Valentino Rossi, 2 Pembalap Indonesia Telah Tiba Di Italia

 Pembalap legendaris MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, akan turun tangan melatih beberapa pembalap muda dalam program pelatihan The Master Camp mulai 4-8 Juli 2016. Dua pembalap muda Indonesia, Imanuel Putra Pratna (19) dan Galang Hendra Pratama (17) berkesempatan untuk ambil bagian dalam acara pelatihan yang digelar di MotoRanch, Tavullia, Italia tersebut. Program pelatihan The Master Camp diprakarsai oleh VR46 Riders Academy milik Rossi. Dua pembalap muda Indonesia binaan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tersebut akan bergabung dengan 3 pembalap muda Asia lainnya yang terpilih, yakni Peerapong Loiboonpeng (Thailand), Soichiro Minamoto (Jepang), dan Kasma Daniel Bin Kasmayudin (Malaysia). Kelima pembalap tersebut turut berkompetisi di ajang Asia Road Racing Championship 2016 dan turun di nomor Asia Production 250cc.

 “Tujuan kunjungan ini untuk menambah pengetahuan mereka dan membangun motivasi hingga dapat terus berprestasi sampai ke level MotoGP,” tutur Kadek Suma Adnyana Putra, perwakilan Motosport Department YIMM yang turut mendampingi Imanuel dan Galang, seperti dilansir dari rilis Yamaha Racing Indonesia.

Ini Alasan Jorge Lorenzo Hijrah Ke Tim MotoGP Ducati

 
Hasil latihan bebas FP1 MotoGP 2016 Jerez Spanyol kembali memposisikan Jorge Lorenzo sebagai nomor satu. Pembalap MotoGP yang baru saja memutuskan hijrah ke tim Ducati pada musim 2017 dan 2018 tersebut sukses mematahkan perlawanan Hector Barbera dan Valentino Rossi.

Kepindahan Jorge Lorenzo dari tim Movistar Yamaha MotoGP masih mengundang tanya bagi banyak pihak. Dalam konferensi pers pra balapan MotoGP Jerez Spanyol, Lorenzo akhirnya menjelaskan alasannya.

“Saya pikir ada banyak alasan, tapi yang paling utama adalah motivasi saya,” tutur Lorenzo seperti dilansir tim HargaTop via MotoGP (21/4/2016).
“Tantangan untuk mencoba dan menang bersama motor lain dan tantangan bagi saya setelah bertahun-tahun di kejuaraan dunia, di MotoGP, untuk memberikan usaha maksimum setiap hari seperti yang saya selalu coba lakukan, karena saya pikir saya pembalap yang paling profesional dan fokus saya 100%,” jelas juara dunia MotoGP 2015 ini.
 ebagai pembalap profesional, Lorenzo meyakini dirinya butuh tantangan baru.
“Saya butuh, saya rasa saya butuh tantangan baru untuk memperoleh motivasi agar bekerja keras seperti yang saya lakukan sampai sekarang. Ini alasan utama saya,” pungkasnya.
Sementara itu, Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, berpendapat setidaknya ada tiga faktor yang memicu keputusan Lorenzo untuk pindah ke Ducati.
“Kemungkinan tiga faktor yang membantunya membuat keputusan. Dia (Lorenzo) mungkin dapat proposal yang jauh lebih baik, mungkin lebih baik dari kami, saya rasa itu penting,” kata Jarvis.
Selain itu, faktor motor balap dianggap menjadi pemicu kepindahan Lorenzo. “Saya pikir Ducati saat ini merupakan motor yang sangat kompetitif sehingga mengurangi kekuatiran untuk membuat perubahan,” ujarnya.
Satu lagi yang diduga menjadi faktor pemicu adalah posisi Jorge Lorenzi dalam tim. Seperti diketahui, keberadaan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dalam satu tim membuat sangat sulit bagi tim Yamaha untuk memilih siapa yang merupakan pembalap utama.
“Valentino dan Jorge diperlakukan setara. Percaya pada saya, tidak mudah berjalan dengan dua pembalap top dalam tim yang sama. Kami harus melayani mereka dengan adil dan seimbang,” kenang Jarvis.

Berita MotoGP 2016 Terbaru : Naik Ke Peringkat 2 Klasemen, Valentino Rossi Akui Crutchlow Lebih Berani


Rossi memutuskan memilih ban jenis ‘hard’ untuk bagian belakang motor balapnya dalam balap final kemarin. Namun, Crutchlow membuat pilihan sempurna dengan memilih ban versi ‘hard’ untuk bagian depan dan belakang motornya. Ternyata, keputusan pembalap asal Inggris ini membuahkan hasil yang maksimal.

“Saya melakukan pemanasan sebelum bersiap di grid dan kondisi sangat berbeda dibandingkan pagi ini (kemarin), ketika masih lebih banyak air,” tutur Rossi.
“Kami berkata ‘apa yang kita lakukan – kita memilih ‘hard’ (tyre)?’ Kami juga berunding lama dengan Pascal dari Michelin dan juga di grid terlihat sedikit kebingungan karena semuanya melihat motor balap yang lain untuk mengetahui pilihan ban-nya.”
“Ini beresiko namun akhirnya kami mencoba, namun sayangnya kami tidak memilih ‘hard tyre’ untuk bagian depan karena tadi pagi saya tidak terlalu memiliki rasa dengan ‘soft’, jadi saya belum cukup berani seperti Cal,” ujar Rossi seperti dilansir tim HargaTop via Crash (21/8/2016).
Rossi tidak menyangkal bahwa pilihan ban yang berbeda dari pembalap pada umumnya membuat dirinya terlempar di urutan ke-12 di awal pertandingan. Namun di akhir pertandingan terbukti bahwa pilihannya tepat.
“Lap pertama itu seperti mimpi buruk, saya tertekan dan memutuskan ‘saya melakukan kesalahan lagi’. Semua orang melewati saya dari luar dan dari dalam, sangat sulit. Di titik itu saya mengerti bahwa mungkin hari ini akan cukup kering untuk mempengaruhi balapan dan di saat itu saya sadar mungkin pilihan saya lebih baik. Juga, Cal melewati saya dan saya melihatnya sangat cepat dan saya tahu dia menggunakan ‘hard’, jadi saya hanya mencoba balapan dengan baik dan tidak membuat kesalahan,” jelas Rossi.
“Di grid saya pikir kami memiliki kesempatan lebih besar, Saya pikir dengan ‘soft’ di bagian belakang, hari ini dengan motor balap kami setelah empat dan lima lap kami kehilangan banyak. Jadi saya katakan jika setelah empat atau lima lap masih belum cukup kering, apa yang harus kami lakukan? Jadi mungkin saya harus menderita sedikit di awal namun setelah mengerti bahwa saya memiliki banyak waktu untuk berjuang hingga bendera berkibar dan ini adalah keputusan,” kata The Doctor.
Keputusan Rossi ternyata berhasil membawanya naik ke podium. Pembalap asal Italia berusia 37 tahun ini mengakui hasil ini sangat penting baginya, apalagi setelah cukup lama belum berhasil meraih kemenangan lagi, yakni sejak di Barcelona.
“Saya mulai sedih. Setelah Barcelona saya menghadapi berbagai balapan dengan kompetitif, namun saya tidak beruntung dan melakukan terlalu banyak kesalahan. Kami kehilangan banyak poin dan saya kehilangan banyak kesempatan untuk menang dan naik podium. Jadi hasil ini sangat penting bagi saya dan seluruh tim.”
“Apalagi 20 poin ini penting untuk kejuaraan, khususnya dalam pertarungan saya dengan Lorenzo. Saya memperoleh banyak poin dan kini ada di urutan kedua,” pungkas Rossi