Kamis, 12 Januari 2017

MotoGP: Kalahkan Rossi Jadi Target Pertama Vinales
 Madrid - Baru bergabung dengan Movistar Yamaha, Maverick Vinales, langsung menargetkan mengalahkan Valentino Rossi, yang juga rekan setimnya di MotoGP 2017. Menurut Vinales, dengan mengalahkan Rossi, tujuannya menjadi yang terbaik di ajang MotoGP baru bisa tercapai. 

Vinales meninggalkan Suzuki Ecstar usai mengakhiri musim MotoGP 2016 dengan mengesankan. Movistar Yamaha menjadi pelabuhan berikutnya bagi pembalap asal Spanyol ini.


Ia juga mengincar posisi sebagai pembalap nomor satu Movistar Yamaha. Vinales bertekad langsung meraih gelar juara dunia MotoGP 2017, sekaligus tidak membiarkan Rossi memenangkan gelar juara dunia ke-10. 

"Bila ingin menjadi yang terbaik, saya harus mengalahkan dia (Rossi). Akan sangat menyenangkan mengalahkan legenda seperti Vale di atas motor yang sama," ucap Vinales, seperti dilansir Speedweek.  

"Bahkan, bersama Suzuki, rasanya memuaskan ketika finis di depan Vale, Marc (Marquez), atau Jorge (Lorenzo). Menakjubkan saat Anda bertarung dengan para legenda seperti mereka, itu momen yang sangat penting," katanya. 

Pembalap berjulukan Top Gun menilai, akan menjadi sebuah kehormatan bila dia bisa mengalahkan The Doctor. Dalam mengarungi MotoGP 2017, Vinales dan Rossi akan sama-sama mengendarai motor YZR-M1.

MotoGP: Vinales Ungkap Cara Kalahkan Rossi dan Marquez


 Jakarta - Bergabung dengan Movistar Yamaha untuk MotoGP 2017, Maverick Vinales tak ragu bersaing dengan Marc Marquez dan Valentino Rossi. Vinales mengaku punya cara mengalahkan Marquez dan Rossi. 

Marquez, yang mengendarai motor Repsol Honda dan Rossi sebagai rider Movistar Yamaha, bakal jadi pesaing terberat Vinales. Marquez berstatus juara dunia MotoGP 2016, sedangkan Rossi sebagai runner up.
Vinales mengakui kemampuan Rossi di lintasan balap dengan pengalaman segudang. Sementara Marquez juga mesti dia taklukkan bila ingin mencetak sejarah menjadi juara dunia MotoGP 2017. 

"Vale (Rossi) petarung yang hebat di lintasan, yang dapat menciptakan perseteruan mental. Itu menjadi kekuatannya dan ia tidak pernah menyerah," tutur Vinales, seperti dilansir Speedweek

"Namun, Marc (Marquez) jelas tak mengikuti jejaknya untuk yang satu ini. Untuk melawan keduanya, Anda harus selalu mencoba menggunakan setiap kesempatan hingga lap terakhir. Hanya dengan cara itu Anda bisa jadi nomor satu di MotoGP," ucapnya. 

Pembalap asal Spanyol ini juga tidak segan dengan perang mental dengan Rossi. Dengan kengototan Vinales, bukan tidak mungkin muncul persetaruan dengan Rossi di masa depan.

Minggu, 01 Januari 2017

Berita MotoGP: Prediksi Jorge Lorenzo untuk Kejuaraan MotoGP 2017


Berita MotoGP: Prediksi Jorge Lorenzo untuk Kejuaraan MotoGP 2017
Berita MotoGP: Prediksi Jorge Lorenzo untuk Kejuaraan MotoGP 2017 – Pembalap baru Ducati, Jorge Lorenzo, ikut memprediksi tentang kejuaraan balap MotoGP 2017. Menurut pembalap Spanyol itu, dari 23 pembalap MotoGP di lintasan ada setidaknya tiga hingga empat pembalap yang memiliki potensi besar untuk menjuarai MotoGP 2017.
“Gelar juara dunia akan ditentukan antara tiga hingga empat rider. Ini akan sangat menarik,” ungkap Lorenzo dilansir dari Motorsport Total, Minggu (1/1).
“Ada Maverick (Vinales) yang sekarang bersama Yamaha, ada Valentino, Marc dan juga Iannone yang mungkin akan semakin cepat bersama Suzuki. Tahun ini ada banyak rider hebat yang memiliki motor hebat. Mereka semua memiliki potensi untuk memenangkan perlombaan,” papar
Namun di antara semua kandidat juara, menurut Lorenzo, Marc Marquez lah yang memiliki kesempatan besar untuk kembali menjadi juara MotoGP 2017.
“Juara favorit masih dipegang oleh Marc,” ungkapnya.
Dan untuk dirinya sendiri, Lorenzo berharap ia bisa menjadi salah satu kandidat untuk meraih gelar juara MotoGP 2017 bersama Ducati.
“Tentu saja saya berharap bahwa saya juga akan menjadi salah satu kandidat juara MotoGP 2017. Karena sejak dari balapan pertama saya bersama Ducati, saya akan memperjuangkan kemenangan dan juga gelar juara,” tukasnya.

Sabtu, 19 November 2016

Lorenzo Butuh Bantuan Stoner di Ducati

MADRID - Jorge Lorenzo seolah menyadari betapa sulitnya beradaptasi di Ducati tanpa bantuan Casey Stoner. Untuk itu, pembalap Spanyol akan sangat senang jika mantan pembalap MotoGP bisa membantunya di pabrikan Italia.

Sepanjang pengujian MotoGP di Valencia, 15-16 November kemarin, Lorenzo dan Stoner memang sangat akrab berbincang di paddock Ducati. Maklum, Stoner yang kini berstatus test rider Ducati, merupakan pembalap yang bisa mengantar motor Eropa tersebut berjaya di lintasan

Pedrosa: Marc Marquez Favorit Juara Dunia 2017


BARCELONA - Dani Pedrosa menyebut bahwa Marc Marquez berada di posisi terdepan dalam persaingan berebut gelar juara dunia MotoGP 2017. Hal itu dia utarakan di sela-sela kunjungannya ke sebuah sekolah di Barcelona. 

Pedrosa berpendapat demikian bukan karena Marquez merupakan rekan satu timnya di Repsol Honda. Menurut Pedrosa, Marquez menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan motor dan perubahan regulasi balap. 

"Marc tentu saja merupakan favorit memenangkan gelar juara dunia tahun depan. Dari tahun ke tahun dia menunjukkan kemampuan adaptasi," kata Pedrosa, dikutip Sport.es, Sabtu (19/11/2016). 

Pedrosa saat ini tengah berada di Barcelona untuk mendidik 400 siswa di sekolah Sant Andreu de la Barca. Dia tidak sendirian karena beberapa pembalap lain seperti marc Marquez, Toni Bou, Takahisa Fujinami dan Jaime Busto. 

Pedrosa: Marc Marquez Favorit Juara Dunia 2017


Senin, 14 November 2016

TOYOTA C-HR PUNYA TIGA MESIN.

Jakarta - Toyota C-HR akan menjadi andalan baru Toyota di kelas compact crossover. Hal ini setidaknya diketahui melalui gencarnya Toyota mempromosikan produk ini ke berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Karena itu pula, tak mengherankan jika produk ini dibekali dengan cukup banyak varian mesin. Laman carscoops.com menyebutkan banwa penantang Honda HR-V ini akan hadir dalam tiga pilihan mesin, termasuk di antaranya hybrid.
Pilihan pertama adalah mesin hybrid 1,8 liter. Toyota menyebutkan bahwa mesin ini berasal dari model Prius, mobil ramah lingkungan. Disebutkan bahwa tenaga yang keluar mencapai 122 Tk dengan emisi kurang dari 90 gram/km.
Toyota menyebut mesin ini "Tidak memiliki rival di segmennya."
Kemudian ada pula mesin bensin 1,2 liter turbo, yang disebutkan pertama kali digunakan pada model bernama Auris (tidak dijual di Indonesia). Mesin 4 slinder yang disandingkan dengan transmisi manual dan CVT ini keluarkan tenaga 114 Tk.
Terakhir adalah mesin 2,0 liter, yang menjadi mesin paling besar untuk C-HR. Mesin ini 4 silinder naturally aspirated, dan hanya tersedia dalam transmisi CVT saja.
Tidak semua pilihan mesin ini tersedia untuk pasar di satu negara saja. Misalnya di Inggris, di sana Toyota hanya menyediakan varian 1,2 liter dan 1,8 liter saja.
Product Knowledge Head PT Toyota-Astra Motor (TAM), Gandhi Ahimsaputram di GIIAS lalu mengatakan bahwa mesin dipastikan ada tiga pilihan, namun komponen dan output yang dihasilkan bisa berbeda, tergantung pasar yang dituju.