Senin, 19 September 2016


Soal Polemik Rossi-Lorenzo, Pol Espargaro Nilai Keduanya Salah 

 

Misano - Pebalap Yamaha Tech 3, Pol Espargaro, ikut mengomentari adu mulut yang terjadi antara Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi pada sesi jumpa pers seusai balapan MotoGP San Marino, Minggu (11/9/2016). Menurut dia, kedua pebalap sama-sama punya andil dalam memicu perdebatan panas di depan para jurnalis.
Adu argumen sengit tersebut dipicu oleh manuver Rossi saat menyalip sang rekan setim di lap kedua tikungan 14 di race MotoGP San Marino. Lorenzo menilai cara Rossi melakukan overtaking berbahaya dan agresif karena hampir membuatnya terjatuh. Bahkan, X-Fuera menuding Rossi sebagai pebalap kotor.
The Doctor jelas tidak terima dengan tudingan tersebut. Perdebatan panas pun tak terelakkan. Saat ditanya komentar tentang polemik antara Rossi dan Lorenzo, Pol Espargaro menilai kedua pebalap sama-sama salah karena berdebat di tempat yang tak tepat.
"Jorge membeberkan masalah dan penilaiannya. Valentino melakukan hal yang sama. Hal itu berakhir dengan diskusi kecil. Sebenarnya itu sesuatu yang wajar," ujar Pol, seperti dilansir AS, Jumat (16/9/2016).
"Sayangnya sesi konferensi pers bukan lokasi yang tepat untuk menyelesaikan sesuatu. Untungnya, di trek tak ada apapun yang terjadi," imbuh pebalap asal Spanyol tersebut.
Dua hari sebelum beradu argumen dengan Jorge Lorenzo, Rossi juga terlibat gesekan dengan saudara Pol, Aleix Espargaro. The Doctor menuding Aleix sengaja menghalangi laju dirinya pada sesi latihan bebas pertama, Jumat (9/9/2016). Saking kesalnya, Rossi sampai mengacungkan jari tengah ke Aleix. Hal ini pun tak luput dari perhatian Espargaro.
"Di dunia ada banyak tensi , seluruh atlet elite jelas ingin berada di depan dan menang. Tahun ini pacuan gelar juara dunia sangat ketat dan tiga pebalap teratas di klasemen berada di level tertinggi dan taruhannya gelar juara dunia. Jadi ada alasan untuk gugup dan selalu ada tensi, setiap percikan bisa berubah jadi kobaran besar," beber Pol Espargaro.
"Pada saat itu, Vale mungkin sedang menjajal sesuatu dan ditekan yang lebih dari biasanya. Tapi, tak ada yang terjadi setelah itu," imbuh dia.

Marquez Rela Diasapi Rossi Demi Raih Titel MotoGP 2016 

 

Madrid - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku rela selalu dikalahkan rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi, pada sisa musim ini asal tetap bisa merebut titel MotoGP 2016.
Marquez belum pernah menang sejak paruh kedua musim dimulai. Bahkan, dalam empat balapan terakhir pebalap asal Spanyol itu terus-menerus finis di belakang Rossi yang menjadi rival terdekatnya dalam persaingan perebutan gelar tahun ini.
Pada tahun ini, Marquez seolah menjelma menjadi pebalap yang berbeda. Si Bayi Alien kini lebih konservatif saat lomba. Dia lebih realistis dan enggan mengambil risiko jika peluang menang memang tipis agar tetap bisa finis di depan. Sebelumnya, Marquez dikenal sebagai pebalap yang agresif dan selalu terlihat ngotot jadi juara di setiap lomba.
Strategi Marquez sejauh ini efektif. Meski kalah terus dari Rossi, Marquez tetap nyaman bercokol di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 43 poin atas pesaingnya itu.
"Hal utama yang paling dibutuhkan untuk menjadi juara dunia adalah konsistensi. Musim ini sangat ketat dan itu dibuktikan dengan banyaknya pemenang berbeda. Jika membuat kesalahan, maka saya akan kehilangan banyak poin," kata Marquez kepada Marca.
Meski demikian, Marquez mengatakan tetap ingin menang. Hanya, pada empat seri terakhir situasinya tak memungkinkan.
"Jika ada peluang, saya pasti berani mengambil risiko seperti di Silverstone. Sayang saat itu saya membuat kesalahan. Untuk di Misano saya memang kalah cepat. Karena itu saya memilih bermain aman agar tak kehilangan banyak poin. Sejauh ini keunggulan saya atas Valentino cuma terpangkas 14 angka dan itu tak terlalu buruk," ujar Marquez.
Demi menjaga jarak aman dengan Rossi, Marquez bertekad naik podium utama lagi minimal pada salah satu dari lima seri tersisa. Peluang pertama Marquez hadir pada balapan berikutnya di Aragon, 25 September mendatang.
"Mungkin saya bisa mencuri satu atau dua kemenangan. Pertama-tama saya akan mencobanya di Aragon, salah satu sirkuit favorit saya. Setelah itu ada seri Asia yang sulit ditebak karena faktor cuaca yang ekstrem. Jadi, kita lihat saja nanti," tutur Marquez.
Lalu, apa kata Marc Marquez jika nantinya titel MotoGP 2016 direbut Valentino Rossi? "Tak masalah jika saya gagal. Memang akan sedikit menyakitkan karena saya sudah sangat dekat. Namun, tak jadi juara dunia bukan akhir dari dunia. Masih ada tahun depan. Namun, untuk saat ini saya hanya memikirkan kemenangan, bukan hal lain," katanya.

Masih Sakit, Iannone Tetap Berambisi Tampil di MotoGP Aragon

Pebalap Ducati, Andrea Iannone, yakin bisa tampil pada balapan MotoGP Aragon, 23-25 September 2016, meski kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Iannone mengaku masih sering mengalami sakit saat berdiri atau berjalan. Dia juga tak bisa melakukan sesuatu yang lebih berat karena rasa sakit itu semakin menjadi.
"Rasa sakit itu masih terasa. Saya telah melakukan beberapa tes dan dokter telah mengonfirmasi bahwa saya hanya butuh beberapa waktu, tak ada yang lain," jelas Iannone seperti dikutip GPOne, Jumat (16/9/2016).
"Rasa sakit itu selalu ada, tak pernah hilang sepenuhnya. Saya tak bisa berlatih, hanya sedikit dengan motor dan itu tak bisa terlalu lama," tambah pebalap asal Italia itu.
Meski demikian, Iannone tak patah semangat. Pebalap berusia 26 tahun ini optimistis bisa tampil di MotoGP Aragon.
"Saya akan pergi ke Aragon. Sekali saya di sana, saya akan mencoba mengendarai Ducati dan ketika itu saya akan tahu kondisi saya. Saya ingin mencoba balapan, tapi sampai saya berada di atas motor, saya tak bisa mengatakan apa yang akan terjadi. Saya hanya perlu sabar," kata dia.
Iannone terpaksa hanya menjadi penonton pada balapan MotoGP San Marino, beberapa waktu lalu, karena mengalami cedera. Tulang vertebra ketiga pebalap yang musim depan membela Suzuki itu dinyatakan retak setelah mengalami crash pada sesi latihan bebas pertama.
Tim dokter menyebut Iannone harus beristirahat selama 25 hari. Itu artinya, dia diprediksi belum siap untuk melakoni balapan MotoGP Aragon.

Marquez Berhitung Peluang di 5 Balapan Terakhir MotoGP 2016

 , Misano - Pebalap Honda, Marc Marquez, mulai menghitung peluangnya di lima balapan terakhir MotoGP musim ini. Meski di sejumlah sirkuit Honda lebih difavoritkan, pebalap berjuluk Baby Alien itu tak mau mengendurkan konsentrasi demi meraih hasil maksimal.  

Posisi Marquez di klasemen sementara MotoGP 2016 masih cukup nyaman. Dia kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan 43 poin atas peringkat kedua, Valentino Rossi. Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, juga masih bersaing dalam pacuan gelar juara dunia, dengan menempati posisi ketiga. Namun, dia berselisih 61 poin dari rekan senegaranya, Marquez.
Lima balapan terakhir musim ini bakal digelar di Aragon, Spanyol (25 September), Jepang (16 Oktober), Australia (23 Oktober), Malaysia (30 Oktober), dan Valencia, Spanyol (13 November). Marquez merasa dari lima seri tersebut, peluang terbaik naik podium teratas ada di MotoGP Aragon.
"Yang pertama dan sekarang adalah kami akan tampil di Aragon. Kami sangat dekat dengan rumah dan saya suka sirkuit ini. Jadi saya berharap meraih hasil terbaik," kata Marquez, seperti dilansir Mundo Deportivo, Sabtu (17/9/2016).
Tantangan besar bakal dihadapi Honda di Phillip Island dan Malaysia. Marquez menilai Rossi dan Maverick Vinales bakal menjadi ancaman terbesar pada dua seri tersebut. Namun, MotoGP Jepang juga menjadi tantangan tersendiri meskipun ini merupakan balapan kandang bagi Honda.
"Jepang adalah kandang Honda, tapi Motegi bukan sirkuit terbaik bagi kami. Phillip Island biasanya berangin dan di sana Rossi sangat cepat," beber Baby Alien.
"Maverick Vinales saya pikir bakal bagus di Malaysia yang kondisinya ekstrem (sangat panas). Kami mesti siap untuk semuanya (termasuk balapan MotoGP Valencia)," imbuh Marquez.
Musim ini konsistensi menjadi resep kesuksesan Marquez menguasai puncak klasemen sementara MotoGP. Dia menjadi satu-satunya pebalap yang selalu meraih poin di setiap balapan. Hal serupa gagal dilakukan dua pesaing terberatnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Jakarta Duo pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, harus menjalani dua acara secara bersama menjelang seri MotoGP Aragon akhir pekan ini. Momen tersebut menarik perhatian karena menjadi penampilan bersama yang pertama bagi keduanya setelah terlibat adu mulut usai balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, pada 11 September.
Kejadian adu mulut itu dipicu manuver Rossi saat menyalip Lorenzo pada fase awal lomba. Lorenzo mengklaim aksi overtaking tersebut kelewat agresif dan menyebut Rossi sebagai pebalap kotor. Tuduhan Lorenzo tak pelak dibantah Rossi sehingga adu argumen pun tak bisa dihindari.
Seperti dilansir Mundo Deportivo, Senin (19/9/2016), Rossi daan Lorenzo dipaksa "berdamai" di Aragon karena harus tampil pada acara yang digelar sponsor Yamaha, Movistar, Rabu (21/9/2016). Movistar pada musim ini resmi menjadi sponsor MotoGP Aragon dan pada tengah pekan bakal menggelar event pertama.
Dorna selaku operator MotoGP telah menyetujui berbagai program acara Movistar di Aragon, termasuk acara komersial pada Rabu pukul 17.45 waktu setempat di pintu masuk utama Sirkuit Aragon. Pada acara tersebut, Rossi dan Lorenzo dijadwalkan hadir bersama pebalap sepeda yang juga disponsori Movistar, Nairo Quintana, yang merupakan juara Tour de Spanyol dua tahun terakhir.      
Sehari berselang, kedua pebalap juga kembali tampil bersama di konferensi pers resmi jelang MotoGP Aragon, bersama Marc Marquez dan Dani Pedrosa.
Publik tentu menunggu-nunggu kehadiran bersama kedua pebalap. Apalagi selama sepekan terakhir tensi di antara keduanya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan bisa dibilang hubungan Rossi dan Lorenzo belum pulih sejak perseteruan perebutan gelar juara pada musim lalu. Saat menghadiri beberapa acara secara bersama, mereka hampir tak pernah terlihat berbincang maupun saling bercanda.
Jadi, apakah Rossi dan Jorge Lorenzo bakal berdamai di dua acara tersebut atau malah kembali terlibat adu argumen?

Senin, 12 September 2016

 Jakarta Perhelatan MotoGP 2016 di sirkuit San Marino, Italia menyedot perhatian pembaca kanal bola Liputan6.com. Dani Pedrosa menyentuh garis finis di urutan pertama pada balapan di sirkuit Misano.
MotoGP SanMarino, Minggu, (11/9/2016) membuat Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi bersitegang.Dua rider Yamaha Factory Racing Team ini terlibat adu mulut. Berita ini juga mendapat atensi dari pembaca. Lorenzo menilai, Rossi terlalu agresif.
Selain konflik dua pembalap itu, berita tentang klasemen MotoGP paling dicari pembaca. Keberhasilan Rossi berdiri di podium dua membuat pembalap berjuluk The Doctor ini memangkas selisih poin dengan sang pemuncak klasemen, Marc Marquez. The Baby Alien finis di posisi 4 MotoGP San Marino.
Berikut beberapa berita populer di kanal bola.Liputan6.com
1. Klasemen MotoGP: Rossi Pangkas Selisih Poin Marquez
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi memang gagal naik podium pertama di MotoGP San Marino, Minggu (11/9/2016) malam WIB. Namun, dia berhasil memangkas selisih poin dengan pemuncak klasemen pembalap, Marc Marquez.
Rossi harus puas finis di posisi kedua dengan catatan waktu 43 menit dan 46,361 detik. Pria asal Italia itu dikalahkan pembalap Repsol Honda Team, Dani Pedrosa di Sirkuit Marco Simoncelli.
2. Rossi dan Lorenzo Ribut Lagi Usai MotoGP San Marino
Hubungan dua pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo kembali memanas usai MotoGP San Marino. Lorenzo kesal dengan aksi Rossi menyalipnya yang dinilai terlalu agresif. Keduanya sempat adu mulut seusai balapan.
Pada balapan di San Marino, Lorenzo yang start dari pole position sempat memimpin balapan. Namun di lap kedua Rossi berhasil menyalipnya. Saat Rossi berusaha menyalip, kedua pembalap nyaris bersenggolan.
3. Salip Rossi, Pedrosa Rebut Podium Satu MotoGP San Marino
Pembalap Repsol Honda Team, Dani Pedrosa menjuarai MotoGP San Marino yang berlangsung di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu (11/9/2016) malam WIB. Tampil on fire, Pedrosa mengasapi rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi yang tampil di rumahnya sendiri.
Start bagus dilakukan Valentino Rossi. Dia berhasil menempel rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Pada lap kedua, Rossi berhasil menyalip Lorenzo dari sisi dalam tikungan ke-14. Rossi pun langsung menjauh dari kejaran Lorenzo