Madrid - Pebalap Repsol Honda,
Marc Marquez,
mengaku rela selalu dikalahkan rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi,
pada sisa musim ini asal tetap bisa merebut titel MotoGP 2016.
Marquez belum pernah menang sejak paruh kedua musim dimulai. Bahkan,
dalam empat balapan terakhir pebalap asal Spanyol itu terus-menerus
finis di belakang Rossi yang menjadi rival terdekatnya dalam persaingan
perebutan gelar tahun ini.
Pada tahun ini, Marquez seolah menjelma menjadi pebalap yang berbeda.
Si Bayi Alien kini lebih konservatif saat lomba. Dia lebih realistis
dan enggan mengambil risiko jika peluang menang memang tipis agar tetap
bisa finis di depan. Sebelumnya, Marquez dikenal sebagai pebalap yang
agresif dan selalu terlihat
ngotot jadi juara di setiap lomba.
Strategi Marquez sejauh ini efektif. Meski kalah terus dari Rossi,
Marquez tetap nyaman bercokol di puncak klasemen sementara dengan
keunggulan 43 poin atas pesaingnya itu.
"Hal utama yang paling dibutuhkan untuk menjadi juara dunia adalah
konsistensi. Musim ini sangat ketat dan itu dibuktikan dengan banyaknya
pemenang berbeda. Jika membuat kesalahan, maka saya akan kehilangan
banyak poin," kata Marquez kepada
Marca.
Meski demikian, Marquez mengatakan tetap ingin menang. Hanya, pada empat seri terakhir situasinya tak memungkinkan.
"Jika ada peluang, saya pasti berani mengambil risiko seperti di
Silverstone. Sayang saat itu saya membuat kesalahan. Untuk di Misano
saya memang kalah cepat. Karena itu saya memilih bermain aman agar tak
kehilangan banyak poin. Sejauh ini keunggulan saya atas Valentino cuma
terpangkas 14 angka dan itu tak terlalu buruk," ujar Marquez.
Demi menjaga jarak aman dengan Rossi, Marquez bertekad naik podium
utama lagi minimal pada salah satu dari lima seri tersisa. Peluang
pertama Marquez hadir pada balapan berikutnya di Aragon, 25 September
mendatang.
"Mungkin saya bisa mencuri satu atau dua kemenangan. Pertama-tama
saya akan mencobanya di Aragon, salah satu sirkuit favorit saya. Setelah
itu ada seri Asia yang sulit ditebak karena faktor cuaca yang ekstrem.
Jadi, kita lihat saja nanti," tutur Marquez.
Lalu, apa kata Marc Marquez jika nantinya titel MotoGP 2016 direbut
Valentino Rossi?
"Tak masalah jika saya gagal. Memang akan sedikit menyakitkan karena
saya sudah sangat dekat. Namun, tak jadi juara dunia bukan akhir dari
dunia. Masih ada tahun depan. Namun, untuk saat ini saya hanya
memikirkan kemenangan, bukan hal lain," katanya.